Di tengah kemajemukan bangsa, sosok KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) hadir bukan hanya sebagai pemimpin, melainkan sebagai kompas moral bagi kerukunan di Indonesia. Pemikiran beliau melampaui batas-batas formalitas, menyentuh esensi terdalam dari kemanusiaan dan spiritualitas.
Buku ini mengulas dua pilar utama harmoni dalam pandangan Gus Dur:
- Toleransi Antar-Umat Beragama (Inter-faith): Gus Dur meyakini bahwa agama harus menjadi pembela kemanusiaan. “Tuhan tidak perlu dibela,” katanya, karena pembelaan sejati terhadap Tuhan diwujudkan melalui pembelaan terhadap makhluk-Nya yang tertindas, tanpa memandang perbedaan keyakinan.
- Toleransi Intra-Umat Beragama (Intra-faith): Seringkali terlupakan, Gus Dur menekankan pentingnya kedewasaan dalam menyikapi perbedaan di internal umat Islam sendiri. Beliau mengajarkan bahwa keragaman madzhab, organisasi, dan penafsiran adalah kekayaan intelektual yang harus dirayakan, bukan alasan untuk saling mengkafirkan (takfiri).
Melalui pendekatan Ahlussunnah Wal Jama’ah yang moderat (tawasuth) dan seimbang (tawazun), naskah ini mengajak pembaca untuk meneladani keberanian Gus Dur dalam menjembatani perbedaan. Inilah potret Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin—Islam yang menjadi rahmat bagi semua, yang merangkul kebhinekaan sebagai fitrah kemanusiaan yang abadi.
SPESIFIKASI
Judul : Toleransi Antar dan Intra Umat Beragama Menurut Gus Dur
Penulis : H. Azhar Adam Abdurrohman, ST., M.MT., CSM
Penerbit : Hijrah Corporation
ISBN : (Proses)
Ukuran : 14,5 cm x 21 cm
Cetak Isi : 1/1
Cetak Cover : 4/4
Cover : Softcover
Tahun : 2026
Harga : Rp. 125.000,- Eks
